June 26, 2020

Kompetisi Indonesia Bakal Kembali Digelar, Bagaimana Gaji Pemain?

Kompetisi Indonesia, Liga 1 dan Liga 2, bakal kembali dilaksanakan pada September atau Oktober mendatang. Mayoritas klub sudah menyuarakan, bahwa Oktober menjadi waktu yang ideal untuk kick-off.

Hal tersebut didasari pada persiapan tim dan juga waktu operator menyempurnakan kompetisi — yang tentunya bakal digelar dengan segala penyesuaian karena situasi pandemi virus corona di Indonesia.

Bukan hanya Liga 1 dan Liga 2, Liga 3 yang masih merupakan kompetisi amatir juga akan dilaksanakan demi menyempurnakan musim ini. Berbeda dengan Liga 1 dan 2, Liga 3 sama sekali belum dijalankan.

Sebelum ditangguhkan oleh PSSI, kompetisi Liga 1 sudah memasuki pekan ketiga, sementara Liga 2 baru berjalan satu pekan. Untuk Liga 1, kompetisi akan bersifat lanjutan, namun Liga 2 kemungkinan dari awal.

Hal itu tak lepas dari perubahan format yang mungkin bakal terjadi pada Liga 2, karena PSSI merencanakan bahwa Liga 2 bakal dibagi ke empat grup, dengan sistem home tournament, yang tiap grup berisi enam tim.

Yang kini menjadi pertanyaan adalah bagaimana sistem gaji dari pemain di kala pandemi. Seperti diketahui, PSSI menetapkan status kahar pada periode Maret hingga Juni, yang hanya mewajibkan klub membayar 25 persen gaji pemain, pelatih, dan ofisial mereka.

Kini Juni sudah mau berakhir, dan PSSI bakal segera menerbitkan surat keputusan (SK) baru terkait pelaksanaan kompetisi. Hal tersebut dipastikan oleh Yunus Nusi, selaku pelaksana tugas sekretaris jenderal (plt sekjen) PSSI.

“Kami akan menerbitkan SK baru untuk keputusan yaitu pertama, rapat Komite Eksekutif [Exco] memutuskan Liga 1, 2 dan 3 musim kompetisi 2020 dilanjutkan di bulan Oktober,” beber Yunus.

“SK [sebelumnya] itu berakhir pada Juni, dan sebentar lagi tidak berlaku. Jadi PSSI mesti menerbitkan SK baru. Ini penting karena klub-klub menunggu soal gaji untuk bulan Juli, dan seterusnya,” tukas Yunus.

PSSI memastikan bakal mengajak seluruh pihak terkait untuk membahas persoalan gaji untuk kompetisi di tengah pandemi. Asosiasi pelatih (APSSI), asosiasi pemain (APPI), hingga para klub bakal diminta pendapat terkait ini.

APPI sebelumnya sudah cukup vokal menekankan bahwa jangan sampai ada atlet sepakbola di kompetisi profesional yang menerima gaji di bawah UMR (Upah Minumum Regional). Hal ini riskan untuk para pemain Liga 2, yang nilai kontraknya mungkin saja jauh di bawah pemain Liga 1.

Sementara dari APSSI, mereka juga memiliki pertimbangan serupa bahwa jangan sampai pelatih menerima gaji terlalu rendah. Pemangkasan gaji harus dilihat dari besaran nilai kontrak pelatih itu sendiri, dan APSSI menolak jika seluruh pelatih rata hanya menerima 50 persen gaji.